Senin, 06 Februari 2012

Puisi Asmara

NAFSUMU, NAFSUKU, NAFSU KITA

Kupu-kupu salju
yang hinggap di batang ara
memahat kobar cahaya
di ruas-ruas waktu
gagu-gagu
memburu

belalang biru
menggeret batang-batang bisu
panggil jengkerik
yang mengerek kereta api
di ubun-ubun malam
merentang lidah api
hingga rerumputan dahaga
mabuk menari-nari

waktu yang melompat-lompat
dari ranting sunyi ke lorong badai
menelan semuanya
lalu tertegun kelu
(habis amuk rindu)

Jakarta, 22 Desember 1999

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman